telekoumikasi tanpa kabel gue (handphone) berdering keras jam 06:00 WITA, dengan malas-malasan gue melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai kegiatan itu, gue langsung packing, siap-siap ke Nusa Lembongan. Begitu pintu kamar gue buka, sinar matahari sudah mulai hangat menerpa wajah dan sebentuk bayangan pura kecil tertangkap mata. Ohh, ternyata ada pura kecil ditengah-tengah halaman hotel Ananda ini tho? He he he, maklum gue nyampe nya jam 1/2 1 malem jadi nggak keliatan apa-apa.
Sesudah check out, gue langsung menuju pelabuhan kecil (yang seadanya) pas persis didepan hotel. Sebelumnya gue nanya ke penjaga hotel "Kok saya tidak dibangunkan jam 6 pagi ini? Kan saya sudah pesan semalam", "Maaf mas saya lupa" jawab penjaga dengan santainya. Weleh! Untung gue pasang beker eh alarm ding di hp.
Pemandangan lumayan membuat ngeri terpampang didepan mata, yaitu air laut PASANG dan ombak lagi guede-guedenya, dasar sial, "jadi nggak yah ke Nusa Lembongan" pikir gue, "Nekad aje deh, emang niatnya mao kesono" kata hati gue.
Langsung gue melesat ke loket tiket kapal, langsung dengan pede gue bilang "Beli' (mas) tiket 1 orang ke Lembongan", "Nama dan asal?" pertanyaan si petugas loket yang memegang karcis kertas tipis (kayak karcis bioskop tahun 80-an) plus buku tulis lengkap dengan pulpen hitamnya.
"...... dari Jakarta" jawab gue. Eh si beli langsung menatap aneh ke gue, gue pun hanya membalas dengan wajah bego. Kemudian ia kembali menatap buku tulisnya dan menulis nama gue disitu, pas gue lirik buku itu ternyata semua tulisan disitu nama orang bali semua, seperti ketut, putu, wayan, made, dll, jadilah gue penumpang kapal yang bukan orang bali. He he he serasa orang sini jadinya. langsung setelah itu gue cabut ke warung-warung yang berserakan sekitar pelabuhan, mau makan apa ya? musti cari yang halal nih, akhirnya pilihan jatuh ke POP MIE, setelah khawatir akan lauk yang disediakan diwarung takutnya nggak halal.
Kemudian gue nunggu diatas batu-batu pinggir pantai, air laut nggak surut-surut juga dan ombak tambah besar kayaknya. "Adek mau ke Lembongan?" suatu suara disebelah gue, pas gue nengok ternyata seorang bapak lengkap dengan beskap putih, kain sarung dan pembalut kepala yang khas bali. "Iya pak mau kesana, bapak juga mau kesana?" jawab gue sambil mikir bapak ini pasti mau dateng ke upacara nih.
"Tidak, saya mau ke Nusa Penida, adek mau pulang kampung atau mengunjungi saudara disana?" tanyanya lagi.
"Enggak pak, saya dari Jakarta mau lihat-lihat aja Nusa Lembongan seperti apa" jelas gue, sambil mikir lagi emangnya tampang gue kayak orang bali yak?
"Ohh, mau jalan-jalan, kok naik kapal kayu begini, tidak naik kapal yang di benoa?, biasanya orang Jakarta ke Lembongan naek kapal besar itu" selorohnya
"He he he, nggak punya duit pak kalo naek kapal itu, murahan naik disini" sambil cengar cengir dan tumben gue jawab jujur, mungkin karena si bapak mau sembahyang makanya gue takut kalo bohong, ha ha ha.
"Ya ndak apa apa, yang penting tujuannya sama kan?"
Kemudian tak lama panggilan para penumpang untuk naek kapal ke Lembongan pun di gemakan oleh jurumudi kapal. Gue pun panik, pasalnya air laut masih pasang dan ombak masih guede-guede. Gimana nih? Apa gue musti nyemplung ke laut setinggi perut buat nyampe kekapal? Tiba-tiba gue lihat seorang ibu telah sampai dikapal itu, kok bisa? Ternyata ada pemuda-pemuda menawarkan jasa untuk naik kekapal menghindari air laut, caranya yaitu digendong dipundak!!! Mampus dah gua, musti ngikutin juga nih? Akhirnya gue tunggu penumpang laen naek kekapal, ternyata emang samimawon, mau itu ibu2, bapak2, anak muda, anak kecil, semuanya digendong. Akhirnya dengan pasrah gue mau digendong juga menuju kapal, tengsiinn berat.
Sesampai dikapal gue langsung duduk ditengah buritan, kapal ini sangat sederhana, tidak ada bangku yang ada hanya papan yang disusun sedemikian rupa sebagai tempat duduk. Kapalpun mulai meluncur dan beberapa kali menghantam ombak tinggi dan sedikit oleng kanan kiri, what a ride, tapi karena rasa kantuk yang masih mendera akhirnya gue memilih tidur-tidur ayam dengan pasrah daripada musti ngeliat ombak tinggi yang siap sedia menggoyang kapal ini.
Tiba tiba kok bau ya? Bau apaan nih, ketut bukan, ketek juga bukan. Tak lama kemudian disusul bunyi "Ngik Ngok Ngik Ngik". Ya ampun ternyata selain manusia ada juga bayi babi yang menjadi penumpang! Babi kecil itu dimasukkan dalam karung diantara tumpukan kardus air minum dalam kemasan dan kardus-kardus ubin keramik yang letaknya hanya 1,5 meter dari gue. Kayaknya babi kecil itu pipis atau puppy dan mencoba memberitahu si empunya agar pampersnya diganti sesegera mungkin, he he he. Waduh, nggak konsen deh tidur gue dikapal kayak gini, kalo bau kentut ama ketek mah biasa, nah ini bau puppynya babi mana pernah tau gue, ya naasssiibbb.
Perjalanan memakan waktu 1,5 jam, dan sampailah gue dipulau Nusa Lembongan. Tapi gue bingung kok nyampenya di Mushroom Bay yah? Bukannya di desa jungut batu tujuan gue, pas gue tanya ke juru mudi, kalo mau ke jungut batu naek kapalnya jurusan desa jungut batu, kalo kapal lembongan ini tujuannya ya desa lembongan pantai mushroom bay, oalaaaa begonya gue kagak tanya-tanya dulu disanur tadi.
mao naek ojeg motor udah ludes diambil penumpang kapal yang lain, alhasil gue jalan kaki menuju desa jungut batu setelah tanya ke penduduk kesana berapa jaraknya, sekitar 4 km katanya, lumayaaannn pegel nih kaki.
Akhirnya gue nyerah jalan kaki, gue stop-in satu motor bebekyang lagi melintas dan minta bantuan dengan wajah memelas, "Beli bisa antarkan saya ke desa Jungut Batu" pinta gue
"Ya bisa-bisa, naiklah" jawabnya
Akhirnya sampailah gue didesa Jungut batu, sebelumnya gue memberikan uang rokok 10 rebu ke pengantar gue tadi. Dan karena emang nggak booking penginapan disini juga,akhirnya gue wara wiri cari pennginapan pinggir pantai, dan akhirnya pilhan jatuh ke Ketut Losmen, 150 rebu semalem. Bangunannya baru, ada cafe nya, tapi yang aneh kamar mandinya nggak ada pintunya!!! Waduh kalo sekamar rame2, kalo ada yang boker maka sisa penghuni kamar tsb musti keluar kamar nih, he he he he. Yak istirahat dulu bentar sekitar 30 menit dikamar sebelum keliling Nusa Lembongan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar