
Setelah istirahat selama 30 menit di kamar penginapan, saatnya eksplore Nusa Lembongan.
Duh, pake apa ya keliling? Yang pasti nggak ada angkot disana, akhirnya gue putuskan untuk menyea motor sama Wayan, salah satu karyawan penginapan. Dan setelah tawar menawar dapetlah 70 rebu seharian plus bensin (pom bensin juga nggak ada disana).
"Motornya yang mana?" ujar gue
"Disana mas, bebek warna hitam" jawabnya sambil menunjuk parkiran motor
"Kuncinya mana?" tanyaku
"Dimotor mas" jawabnya singkat. Weleh kok dimotor? nggak takut diambil orang yak?
"Tenang mas, disini aman kok, ninggalin motor dengan kuncinya nggak bakal dicolong orang" tukasnya
Ya iyalah dipualu kecil ini kalo nyolong motor pasti ketauan, he he he. Langsung aku melesat ke parkiran motor dan membawa motor bebek hitam yang terpakir disana. Namun tak lama jalan kemudian ada sebuah motor mengklakson dengan ribut dibelakang, gue pun berhenti dan menengok kebelakang. Oh ternyata empunya losmen, Pak Ketut mengendarai motor itu dan langsung menepi disebelah gue.
"Mas, itu motor saya bukan punya Wayan" ujarnya. Waduh!! kok gue sampe salah ambil ya, padahal kata Wayan motor bebek hitam. "Ohh maaf pak, terus motornya Wayan yang mana?"
"Ini motor yang saya bawa punya Wayan, parkirnya agak dipojok deket pohon kamboja diparkiran" jawabnya
Edan, si Wayan kagak bilang parkirnya dipojokkkan dan merk motornya pula. Plus semua motor disana kuncinya masih nempel di motor sih. Akhirnya gue tukeran motor dengan Pak Ketut.
Lanjutlah tugas utama gue yaitu mengeksplore Nusa Lembongan, pertama yang pengin gue kunjungin adalah tebing devils tear. Nggak tahu kenapa disebut-nya dengan nama itu.
Setelah tanya sana sini dan mrosok-mrosok, akhirnya sampelah didevils tear, bagus banget, tebing kecil yang langsung didebur ombak tinggi sampai mengeluarkan suara ceesss. Ohh mungkin ini kenapa disebut Devils Tear (Air mata Setan) karena suara yang ditimbulkan memanng agak menyeramkan. Setelah puas foto-foto disana, gue langsung cabut ke arah nusa ceningan.
Nusa Ceningan adalah pulau kecil dekat Nusa Lembongan yang dihubungkan oleh jembatan kecil. Itu yang membuat gue penasaran, tapi sebelum sampai kesana gue berhenti ambil gambar hamparan rumput laut yang dibudidayakan. Hmmm inilah bali sesungguhnya, pikir gue, jauh dari dentum-dentuman suara cafe yang bising, bule-bule perempuan yang asyik memamerkan bikininya, turis-turis lokal yang sok ikut-ikutan gaya turis manca negara yang kadang buat gue mual (he he he). Gue agak terperangah ternyata ada mobil dan delman juga disini, caranya bagaimana kesini ya? Biarlah entar gue tanya ke Pak Ketut.
Sesampai di ujung jembatan Nusa ceningan, gue agak ragu melewati jembatan tersebut, karena belum pernah gue naik motor lewat jembatan seramping itu, maklum biasanya jembatan beton. Lantai jembatan itu dari kayu yang disusun rapi dan rapat, kemudian bertumpu pada tuas-tuas besi yang menggantung pada kabel baja yang menghubungkan kedua sisi pulau, yo wiss daripada entar nyesel. Pelan-pelan gue lewatin jembatan dengan hati-hati, maklum motor sewaan. Akhirnya gue berhasil melwetai jembatan dan sampai di Nusa Ceningan, horeee. Langsung gue tancap gas mengikuti jalan aspal disana, ternyata nggak ada apa-apa, cuman desa nelayan yang sepi tanpa ada kapal-kapal yang lagi bersandar.
Kecewa, diputuskanlah balik ke Nusa Lembongan dan eksplore disana saja. Eh ketemu Wayan dijalan yang mau jemput kakaknya di Nusa Ceningan, langsung gue ceritain masalah motor tadi dan dia cuman cengar cengir, dan gue tanya bagaiman ada mobil dan kuda sampai disana. Dan ternyata ada kapal besar dari Kusamba yang bisa membawa mobil dan kuda itu kesini, kata Wayan. Ohh begitu tho, yo wiss lanjut lagi eksplore-nya.
Tak terasa perut sudah mulai keroncongan, tadi pagi gue lihat ada warung sate madura di dekat mushroom bay yang masih tutup, mudah2an siang ini sudah buka. Langsung kebut menuju sate ayam! Ehhh ternyata sampai disana masih tutup juga, rasanya mau nangis, akhirnya makan biskuit dan roti dulu yang gue beli di minimarket deket situ.
Setelah roti dan biskuit abis, mulai naik motor lagi balik ke jungut batu, tapi dijalan liat banyak layangan warna-warni, hmm liat anak-anak maen layangan seru juga nih buat foto-foto. Ya udah nekad aja, patokkan menuju kesana ya layang-layang itu. Mrosok-mrosok lagi masuk-masuk gang kecil, muter-muter, kok nggak ketemu juga yah, mau nanya tapi nggak ada sepotong orang pun keluar, kecewa lagi. Yo wiss mendingan balik ke Jungut batu aja.
Belum sampai jungut batu, motor gue belokkan menuju jalan lain, nggak tahu kenapa, cuman penasaran aja, dan benar dari jalan itu gue bisa lihat desa jungut batu dari atas, baguss bener. Ternyata nggak jauh dari sana ada penginapan yang mahal, resort kayaknya, panteslah wong bagus kok viewnya.
Setetelah puas foto-foto, barulah beneran menuju desa jungut batu ditambah perut udah mulai keroncongan lagi. Sesampai disana setelah larak lirik sana sini kok nggak ada warung halal yak, yang ada warung makan yang menyediakan masakan b2, waduh. Akhirnya gue berhenti sebentar diwarung rokok dan beli kacang dan aqua (nggak ada roti). Kemudian datanglah seorang tukang bakso keliling mampir disitu, si abang bakso ternyata orang banyuwangi dan yang ia jualan bakso ayam, tapi kok gue nggak kepengen bakso ya? Gue pengen banget makan nasi setelah tadi pagi makan Pop Mie di Sanur.
Akhirnya gue beranikan diri makan nasi goreng ayam diwarung makan yang gue liat tadi, minumnya teh botol tidak dingin, karena mati listrik jadinya kulkas tidak bisa digunakan plus es batu di kulkas udah mencair semua. nasi goreng pun datang, tapi rasanya nggak masuk banget selera gue. Kalo begini mendingan makan bakso ayam tadi deh.
Lepas makan, jalan lagi keujung desan jungut batu, lihat aktifitas para nelayan dan petani rumput laut. Lumayanlah, ada yang lagi menjemur rumput laut, merajut jala, betulin motor perahu, dll
Setelah puas, balik ke penginapan, tidurrr.
Bangun tidur,jalan menyisiri pantai sambil liat-liat jadwal kapal ke sanur besok pagi, karena besok malam gue musti balik ke Jakarta. Eh ada kantor Perama Travel disitu, langsung gue beli tiket kapal ke sanur dan bis ke airpot, 75 rebu totalnya. Lumayanlah daripada gue justi anek taksi ke airport.Abis itu mau berenang tapi urung, karena banyak kapal nelayan yang menambat dipantai.
Sunset pun tiba, matahari agak tertutup awan sedikit, tapi bagus banget. Dan malam itu gue makan di cafe pak ketut dengan menu nasi capcay seafood dan ice lemon tea. Makanan pun datang, waaahh enak banget, ini baru namanya makan, namun sial saat minum kok berasa asin yah? Ternyata buat minumannya pakai air tanah bukannya pakai air kemasan, padahal air tanah dijungut batu udah kena air laut, akhirnya gue pesen aqua botol sebagai pengganti ice lemon tea tadi.
Selesai makan gue sibuk corat-coret dibuku dan buka peta untuk itenerary besok pagi dibali, kayaknya besok pagi nyewa motor di sanur untuk keliling seharian dibali ok juga nih. Siiplah rencana keliling pake motor dibali udah siap, sekarng waktunya menikmati malam di Nusa Lembongan sambil memandang kerlap kerlip lampu Sanur diseberang lautan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar